Rabu, 26 September 2012

PERAN ROH KUDUS BAGI ORANG PERCAYA



PENDAHULUAN
Roh Kudus merupakan penolong yang lain tetapi dari satu jenis yaitu Allah sendiri.  Roh Kudus adalah janji Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya.  Di dalam Kisah Para Rasul diceritakan bahwa para rasul menerima kuasa dari Roh Kudus sehingga mereka dapat melakukan mujizat.  Dalam gereja mula-mula yang didirikan para rasul peran Roh Kudus sangat penting.  Roh Kudus yang mendiami setiap orang yang telah percaya kepada Kristus membuat kehidupan mereka berubah drastis.  Dalam I Korintus 1:26 adalah bukti tentang berubahnya orang-orang yang telah menerima Roh Kudus di dalam hati mereka karena percaya kepada Yesus.  Jemaat mula-mula sangat pesat pertumbuhannya walaupun didera penderitaan yang sangat besar. 
Dikaitkan dengan masa sekarang kekristenan berkembang di seluruh dunia.  Roh Kudus masih bekerja sampai sekarang dalam kehidupan berjemaat.  Peran Roh Kudus dalam jemaat zaman sekarang hal yang penting yang memberikan dorongan untuk memberitakan kabar baik yaitu Injil keselamatan.  Berkembangnya berbagai denominasi gereja membuat teologi dan doktrin tentang Roh Kudus semakin variatif.  Namun yang menjadi penekanan adalah bagaimanapun doktrin yang diajarkan penerapan karya Roh Kudus dalam karunia Roh sangat besar.  Karunia Roh yang berkembang sekarang dijadikan satu pemicu untuk menjadi kesaksian bagi orang-orang yang belum percaya.  Banyak kebaktian kebangunan rohani yang diadakan yang memberikan karunia penyembuhan sebagai sarana kesaksian dan pembuktian bagi semua orang bahwa Roh Kudus bekerja sampai sekarang dan akan terus bekerja sampai selamanya.  Kehidupan yang baru dari buah pertobatan adalah kunci untuk menerima janji tentang pimpinan Roh Kudus.



BAB I
PERAN ROH KUDUS BAGI ORANG PERCAYA
Sebagai orang percaya, Roh Kudus mempunyai peran penting dalam menumbuhkan kerohanian.  Dalam setiap aspek kehidupan, Roh Kudus menjadi sangat sentral.  Tanpa Roh Kudus, hidup orang percaya tidak mempunyai arti sama sekali.  Karena Roh Kuduslah orang percaya dapat mengenal Allah Bapa dan Yesus.
  1. Membawa kepada kebenaran
Banyak orang percaya yang terus mencari akan kebenaran firman Allah.  Tanpa Roh Kudus, tidak ada seorang pun yang akan memahami setiap kata yang ada dalam firman Tuhan.  Walaupun seseorang itu sangat pintar tapi tanpa Roh Kudus, dari segi penafsiran akan jauh sekali dari kebenaran.  Walaupun manusia belajar banyak dari manusia tetapi seseorang tidak dapat bergantung semata-mata kepada manusia, sebab manusia telah memiliki Guru ilahi yaitu Roh Kudus.[1]  Sekeras-kerasnya manusia berupaya untuk memahami tentang Allaha atau yang Ilahi namun nanti manusia akan sampai kepada titik kebingungan.  Pada titik inilah manusia akan menjadi kabur pandangannya. 
Hal yang terberat yang ada adalah saat manusia itu malah tidak mempercayai Allah itu ada.  Seseorang yang tidak mau dikuasai Roh Kudus tidak akan mampu untuk mengenal Allah yang transenden dan imanen tersebut.  Bisa dikatakan kalau seseorang tersebut tidak dipimpin oleh Roh Kudus maka dia juga tidak mengenal Allah Bapa.  Yoh 16:13 dengan jelas mengatakan kalau Roh Kudus memimpin kepada seluruh kebenaran sehingga tidak ada kata-kata yang menyangkal tanpa Roh Kudus seseorang tak akan mampu untuk memahami kebenaran, karena kebenaran itu berasal dari Allah sendiri.  Orang yang diajar Roh Kudus walaupun ia tidak tahu bahasa aslinya, akan lebih mengetahui firman Allah daripada orang yang tidak diajar oleh Roh Kudus, meskipun ia pandai dalam bahasa aslinya.[2]  Pernyataan ini adalah jaminan bagi orang percaya, bahwa bukan kepandaian yang menentukan seseorang tahu dan memahami kebenaran yang sejati tetapi Roh Kuduslah yang akan membimbing orang mengenal kebenaran itu. 
Kebenaran yang mutlak adalah bahwa Roh Kudus yang menjadikan manusia itu mengerti akan kebenaran itu sendiri.  Dalam I Korintus 2:9-14 dikemukakan du bagian pekerjaan Roh Kudus:
Roh Kudus menyatakan kepada manusia hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah, dan berkata-kata tentang karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan oleh hikmat manusia, yang merupakan kebodohan bagi manusia duniawi.
Roh Kudus menjelaskan penyataan-Nya, yaitu memberikan kuasa untuk mengerti, mengetahui dan menerima pengajaran yang diajarkan-Nya.  Roh Kudus ialah pemberi ilham untuk Firman Allah yang dituliskan, dan Ia juga yang menulisdan menegaskan Firman itu.[3]  Ketika seseorang dibukakan mata rohaninya maka dapat mengerti akan kebenaran-keberan yang tersembunyi yang selama ini ia tidak tahu.  Roh Kudus yang membuka akan mata hatinya untuk dapat mengerti tentang kebenaran Firman Allah. 
Seseorang akan dapat mengerti sebuah kitab dengan lebih mudah apabila si punulis itu ada disampingnya untuk menerangkan isi kitab itu.[4]  Ketika manusia berada dalam pimpinan Roh Kudus maka ia akan dibuka pikirannya sehingga ia dapat mengerti akan apa yang dia tidak mengerti dahulu sebelum Roh Kudus yang memimpin.  Tanpa Roh Kudus tidak ada orang yang dapat mencapai kebenaran yang sempurna  tersebut.  Seseorang tidak akan dapat mengetahui kebenaran dengan sesungguhnya sebelum kebenaran itu diajarkan kepada orang itu oleh Roh Kudus.[5]  Seperti yang dijelaskan oleh Yesus tentang penolong itu akan datang untuk mengajar dan mengingatkan akan apa yang telah diajarkan oleh Yesus.  Dalam Yohanes 14:16-17a “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran.”  Roh Kudus sendiri dikatakan sebagai Roh Kebenaran, maka Ia akan membawa orang yang telah percaya kepada Kebenaran yang benar.  Bukan hanya dapat menyatakan kebenaran tersebut untuk manusia tetapi  Roh Kudus juga turut membenarkan orang-orang yang sudah percaya kepada Kristus. 
Roh Suci membenarkan, yaitu Ia yang melanjutkan, mengenakan pembenaran kepada orang percaya, hingga orang yang dibenarkan merasakan kegirangan.[6]  Maksudnya disini adalah ketika Roh Kudus ada di dalam diri orang percaya maka dia sudah dibenarkan dan akan menjadi lebih mudah untuk mengenal kebenaran itu.
  1. Memberi Kuasa Untuk Bersaksi
Roh Kudus adalah pribadi dari Allah Tritunggal.  Seperti dalam amanat agung yang disampaikan oleh Yesus bahwa Bapa, Anak(Yesus), dan Roh Kudus adalah sama hakekatnya.  Seperti halnya dalam perjanjian lama Allah memberi kuasa untuk para nabi untuk memberitakan akan firman Tuhan kepada bangsa-bangsa, seperti itu jugalah kuasa yang diberikan oleh Allah lewat Roh Kudus untuk memberikan kuasa bagi orang percaya untuk dapat bersaksi tentang Yesus. 
Roh Kudus menolong orang yang percaya supaya ia dengan penuh kuasa dapat meneruskan kepada orang-orang lain kebenaran yang diajarkan oleh Roh Kudus kepadanya (I Korintus 2:1-5; I Tesalonika 1:5; Kisah Para Rasul 1:8).[7]  Bahwa setiap orang percaya kepada Yesus akan diberikan kuasa oleh Roh Kudus untuk dapat bersaksi kepada orang lain tentang Yesus.  Karena dalam pemberitaan Injil ataupun saat bersaksi sebenarnya orang tersebut sedang berperang dengan kuasa roh-roh yang lain.  Sebagai manusia yang terbatas maka tidak akan dapat menerobos masuk kedalam orang-orang yang seperti itu.  Perlu adanya oknum atau pribadi yang mampu untuk mengalahkan kuasa-kuasa itu.  Dan Roh Kudus adalah yang bisa untuk mematahkan kuas roh-roh yang jahat.  Semua orang selalu memerlukan pertolongan Roh Kudus. 
Yang menyebabkan gagalnya pekerjaan Injil dan pekerja Kristen ialah karena mereka mencoba mengajarkan Firman Tuhan “Dengan perkataan budi yang membujuk orang”, yaitu dengan ilmu-ilmu manusiadan dunia ini.  Padahal manusia perlu “keterangan dan kuasa Roh Kudus.”[8]  Tidak akan ada yang dapat bersaksi dengan benar jika Roh Kudus tidak memberitahu akan apa yang harus dikatakan kepada seseorang.  Hanya sebuah kekuatan diri sendiri dan pengetahuan serta keahlian untuk mempengaruhi orang lain yang tertinggal.  Ada orang-orang yang dapat berbicara dengan baik sehingga apa yang dikatakannya diterima oleh orang lain.  Namun berbeda jika orang tersebut disertai dengan kuasa Roh Kudus maka apa yang dikatakannya mempunyai kuasa yang dapat membangun serta menyadarkan orang-orang berdosa.
  1. Buah-buah Roh atau Karakter Kristus
Buah-buah Roh adalah hasil dari penyerahan kepada Allah dan pimpinan Roh Kudus.  Roh Kudus mengarahkan watak maupun merespons keinginan manusia untuk bebas dari sejumlah kewajiban dan larangan, sikap maupun perbuatan manusia, tingkah laku maupun kepercayaan manusia.[9]  Sehingga yang dilakukan Roh Kudus melepaskan apa yang telah ada dari dunia dari manusia itu sendiri.  Kemudian Roh akan memperbaharui watak manusia yang telah menyerahkan dirinya kepada-Nya. 
Roh kudus akan menuntun agar manusia dapat berlaku dan bertindak sesuai Roh Kudus.  Kemudian yang terjadi adalah manusia tersebut akan melakukan buah-buah Roh, kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.  Kasih adalah sebuah ungkapan dari pribadi yang satu kepada pribadi yang lain.  Mempunyai kasih yang seperti Tuhan Yesus miliki adalah tujuan dari Roh Kudus membimbing orang percaya untuk dapat melakukannya.  William Barclay berkata, “Agape adalah semangat jiwa yang tak pernah mencari apa pun, tetapi memberi kebaikan untuk orang lain.”[10]  Agape adalah sikap atau perbuatan yang dilakukan dan tidak mencari keuntungan atau pun timbal balik dari si penerima. 
Kasih harus dilakukan, maksudnya berupa tindakan nyata dan bukan hanya sebuah perasaan.  Roh Kudus yang membimbing orang untuk bertindak melakukan kasih.  Roh Kudus memberikan dorongan kepada manusia untuk berbuat kasih tanpa ada upah.  Sukacita yang dimaksud disini bukan hanya diwaktu keadaan yang baik saja, tetapi yang kurang baik sekalipun.  Roh Kudus membuat hal tersebut terjadi.  Menebar senyum dimasa sulit adalah hal yang mustahil tetapi itulah peran Roh Kudus yang membuat seseorang itu mampu tersenyum diwaktu kesusahan. 
Alexander Maclaren menulis, “Sukacita bertumbuh dalam keadaan yang sulit, seperti semak mawar kecil yang tumbuh berkembang dan menebarkan aroma wangi bunganya di air terjun yang besar.[11]  Maksudnya adalah, sukacita tidak bertumbuh atau tidak berarti diwaktu yang baik tetapi diwaktu yang kurang baik dan dari situlah maka sukacita ada.  Sukacita berasal dari dalam diri, yaitu keadaan hati yang telah dipenuhi oleh Roh Kudus yang akan memampukan manusia untuk dapat bersukacita.  Yang ketiga adalah damai sejahtera.  Tidak akan ada orang yang dapat merasakan damai sejahtera yang sejati tanpa adanya Roh Kudus. 
Roh Kuduslah yang mengakibatkan seseorang mempunyai Roh Kudus dalam hatinya.  Pertama-tama damai sejahtera akan di dapatkan jika hidupnya berdamai dengan Allah. Dan yang kedua berdamai dengan diri sendiri.[12]  Hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus adalah hal yang dapat mendamaikan manusia dengan Allah.  Sehingga dari damai sejahtera itu timbul kesabaran.  Banyak orang yang tidak dapat mengontrol emosinya dan cenderung untuk melampiaskan amarah mereka.  Kesabaran sangat diperlukan untuk hidup bergaul dengan lingkungan sekitar.  Kesabaran memberikan antisipasi dan pengharapan yang menenangkan.[13]  Ketika seseorang hidup dengan peran Roh Kudus dalam hidup seseorang tersebut lebih besar dari pada egonya maka yang dihasilkan adalah buah-buah Roh. 
Kemurahan di dapat ketika seseorang merasakan kesulitan dimana seseorang itu dapat bertindak marah namun itu tidak dilakukan.  Kebaikan adalah suatu hal yang dapat dilakukan dan hasilnya itu terlihat.  Kebaikan menyangkut pribadi dengan pribadi.  Banyak orang yang tidak dapat bertindak baik walaupun mempunyai kesempatan untuk berbuat kebaikan.  Hal ini dimungkinkan karena Roh Kudus yang menguasai orang tersebut.  Kebaikan harus dinyatakan dlam hati sebelum dapat memberikan nada yang tepat dan tindakan yang ekspresif.[14] 
Di dalam menjalin hubungan dengan orang lain atau pun mengabdi dengan siapa pun perlu adanya kesetiaan.  Kesetiaan adalah suatu sikap yang dapat dipercaya.  Kesetiaan berbicara tentang ketahanan, keteguhan untuk mencapai tujuan, khususnya ketika berada dalam bahaya dan bencana.[15] 
Kesetiaan memerlukan sikap bukan hanya sebuah perkataan.  Lemah lembut adalah sikap yang kuat tetapi lembut.   Dan yang terakhir adalah tentang penguasaan diri.  Semua orang cenderung untuk berbuat semaunya.  Namun karena Roh Kudus yang memberi dorongan agar dapat mengendalikan maka hasilnya orang yang dikendalikan Roh Kudus dapat mengendalikan dirinya dalam segala hal.
















BAB II
PERANAN ROH KUDUS BAGI GEREJA
Membangun jemaat
Roh kudus membangun jemaat yang ada bukan hanya dengan karunia Roh yang ada tetapi oleh kuasa-Nya yang bekerja lewat pribadi masing-masing. 
Roh Kudus masih membangun Tubuh Kristus dengan cara memanggil suatu kaum bagi nama Kristus.  Maksud Allah bagi jemaat bukannya untuk mengkristenkan segenap dunnia, melainkan untuk mengabarkan Injil kepada segenap dunia serta memilih satu kaum bagi Kristus yang menjadi milik-Nya, yang terdiri dari segala bangsa di dunia ini.  Sesudah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus menerangkan kepada murid-murid-Nya bahwa Allah tidak bermaksud supaya mereka mengetahui segala masa dan ketika yang ditetapkan olehNya, melainkan supaya mereka mengerjakan tugas yang diserahkan kepada mereka, yaitu bersaksi.  Dan kalau mereka hendak melakukan tugas itu dengan sebaik-baiknya hasruslah mereka menantikan Roh Kudus yang telah dijanjikan.[16]
Roh Kudus memberikan kekuatan untuk jemaat dapat membangun diri mereka agar lebih bertumbuh.  Roh Kudus juga befungsi sebagai penolong mereka untuk dapat melakukan semua perkara yang Tuhan telah perintahkan kepada mereka. 
Lewat Roh Kudus juga dalam jemaat mula-mula berkembang karunia Roh yang berguna untuk membangun jemaat.  Saling membangun dengan karunia yang mereka miliki.  Setiap jemaat yang ada tidak akan ada yang dapat membangun satu sama lain tanpa Roh Kudus yang memberikan pembangunan tersebut.  Jemaat atau gereja adalah satu organisme yang saling berkaitan, dari situlah maka saling membangun dapat terjadi.  Tidak adanya Roh Kudus dalam hidup jemaat sangat berpengaruh dalam kehidiupan jemaat tersebut.  Roh Kudus memberikan kesatuan dalam tubuh Kristus.


Pertumbuhan gereja
Roh Kudus mempunyai peran penting yaitu untuk memberikan pertumbuhan kepada gereja.  Tidak akan ada gereja yang bertumbuh tanpa ada Roh Kudus di dalamnya.  Karunia Roh dalam jemaat atau gereja berperan penting sebagai dasar pertumbuhan gereja.  Tidak akan ada gereja yang bertumbuh tanpa adanya karunia Roh yang menyertainya.  Pertumbuhan gereja diawali dengan pemanfaatan karunia Roh di dalam jemaat.  Yang terpenting bagi pertumbuhan gereja adalah karunia Roh pemberita Injil.  Tidak akan ada gereja yang bertumbuh secara kasat mata tanpa adanya pertumbuhan jemaat baru. 
Pemberita Injil mempunyai peran penting dalam menumbuhkan gereja lewat jiwa-jiwa baru.  Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa karunia yang lain turut serta membawa pertumbuhan.  Peran karunia Roh Kudus dalam pertumbuhan gereja mutlak diperlukan.  Karunia-karunia Roh di dalam jemaat banyak bentuknya.  Tercatat ada dua puluh tujuh bentuk karunia Roh.  Nubuat, pelayanan, mengajar, memberi nasihat, membagi-bagikan, kepempinan, kemurahan, hikmat, pengetahuan iman, penyembuhan, mujizat, membedakan bermacam-macam roh, bahasa Roh.  Menafsirkan bahasa Roh, rasul, pertolongan, kepengurusan, pemberita Injil, gembala, hidup lajang, hidup miskin secara sukarela, mati sebagai martir, memberi tumpangan, misionaris, doa syafaat, pelepasan.[17]  Karunia-karunia Roh ini berhubungan langsung dengan hidup jemaat. 
Adanya karunia Roh yang ada pada jemaat akan membuat jemaat semakin bertumbuh baik dalam iman maupun kapasitas hidup.  Gereja tanpa adanya karunia Roh akan menjadi gereja yang suam-suam kuku.  Gereja yang tidak mempunyai pengaruh dan sebagai pembawa kabar baik dari Allah.  Jemaat Korintus sebagai contoh adanya karunia Roh dalam jemaat walaupun kesaksiannya tidak baik sebab adanya perpecahan.  Karunia Roh yang berbeda-beda ini saling melengkapi dalam satu anggota tubuh Kristus.  Karunia-karunia Roh yang disebutkan diatas adalah saling melengkapi dan mencakup semua segi dalam jemaat.  Gembala sampai pemberita Injil adalah karunia yang diberikan dari pemimpin gereja sampai jemaat awam. 
Gereja membutuhkan pemimpin yang dapat memimpin jemaat dengan baik.  Gembala adalah pemimpin dalam gereja, dan kehadiran gembala mutlak diperlukan di dalam sebuah gereja.  Karunia gembala adalah kemampuan istimewa yang diberikan oleh Allah kepada beberapa anggota dalam Tubuh Kristus untuk menerima tanggung jawab pribadi jangka panjang demi kesejahteraan rohani sekelompok orang percaya.[18]  Pentingnya karunia gembala adalah untuk menjadi pemimpin untuk memimpin jemaat yang ada menemukan dan mengembangkan karunia yang diberikan Tuhan kepada setiap jemaat.  Selebihnya dari karunia gembala dapat ditemukan dalam jemaat biasa.
















BAB III
PERANAN ROH KUDUS BAGI ORANG PERCAYA DAN GEREJA SERTA RELEFANSINYA DENGAN MASA KINI
Roh Kudus adalah satu pribadi yang memimpin semua orang yang telah percaya kepada Yesus.  Peran Roh Kudus sangat sentral dalam diri orang percaya maupun gereja.  Telah dibahas di bab-bab sebelumnya peran Roh Kudus di dalam orang percaya dan gereja.  Dalam masa sekarang pertumbuhan gereja bisa dikatakan berkembang pesat.  Berkembangnya gereja kharismatik membuat pertumbuhan gereja semakin subur.  Dengan berkembangnya doktrin karunia-karunia Roh dan hidup dipimpin Roh membuat jemaat di gereja ini semangat untuk melayani dann memberitakan Injil.  Tidak dipungkiri bahwa peran Roh Kudus dalam hidup mereka sebagai alasan mereka untuk bertumbuh. 
Gereja-gereja Kharismatik yang mengedepankan karunia Roh terutama karunia bahasa Roh sangat bersemangat dalam mengembangkan pertumbuhan gereja.  Namun tidak bisa dikatakan bahwa karunia Roh hanya ada pada gereja kharismatik.  Dalam gereja-gereja tradisional lebih mengepankan tentang pengajaran.  Perbedaan ini seharusnya tidak membuat terpecahnya dan membuat pembedaan dalam pengajaran dan yang lebih rohani siapa.  Seharusnya mereka-mereka yang menyebut dirinya Kristen baik dari orang Kharismatik maupun yang tradisional dapat menjaga kesatuan dalam gereja.
Wadah yang dapat digunakan dalam hal ini adalah oikumene, yaitu persekutuan antar gereja. Dalam wadah ini kesatuan dan saling menerima dapat terjadi. Yang tersisa hanya nama saja dan cara ibadah yang berbeda. Karena dari hal ini tidak ada pengaruh dari Kharismatik maupun yang gereja tradisional yang terpenting adalah kesatua untuk kemajuan tubuh Kristus di berbagai tempat.


KESIMPULAN
Banyaknya denominasi gereja yang berkembang sekarang terkadang membuat perbedaan antar individu maupun dari organisasi gereja tersebut.  Tapi Firman Tuhan dari dulu sampai sekarang tetap sama, yaitu adanya kesatuan yang harmonis sebagai tubuh Kristus. Roh Kudus adalah oknum yang memampukan orang percaya untuk melakukan kesatua dan menjadikan kehidupan kerohanian lebih berkualitas. Dalam perkembangannya sekarang banyaknya gereja-gereja Kharismatik membuat karunia-karunia Roh, terlebih karunia berbahasa Roh sebagai ukuran kerohanian seseorang. 
Tapi yang terpenting disini bukanlah seberapa kuat dia untuk berbahasa rohani pada waktu ibadah tetapi bagaimana dalam kehidupannya sehari-hari. Ukuran orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah orang yang mampu memberikan dampak pada sekitarnya, menjadi orang yang disegani dan berpengaruh dalam masyarakat. Bahasa Roh dalam ibadah hanya sebatas ukuran emosi saja dan tidak dapat diukur kebenarannya. Hanya kehidupan secara nyata seseorang yang dapat dijadikan ukuran untuk dapat dikategorikan dipenuhi Roh Kudus atau tidak.



DAFTAR PUSTAKA
Brill, J. W.  Dasar  Yang Teguh. Bandung:Kalam Hidup, t.th.
Soedarma, R.  Ikhtisar Dogmatika. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 2002.
Drescher, Jhon M.  Melakukan Buah Roh. Jakarta:BPK GUnung Mulia,2008.
Wagner, Peter. Manfaat Karunia Roh. Malang:Gandum Mas, 2000.




[1] J. W. Brill. Dasar  Yang Teguh. Bandung:Kalam Hidup, t.th. Hlm 161.
[2] Ibid. Hlm 162.
[3] Ibid.
[4] Ibid. Hlm 163.
[5] Ibid. Hlm 161.
[6] R. Soedarma. Ikhtisar Dogmatika. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 2002. hlm 212.
[7] Brill. Hlm 163.
[8] Ibid.
[9] Jhon M. Drescher. Melakukan Buah Roh. Jakarta:BPK GUnung Mulia,2008. Hlm12.
[10] Ibid. hlm 18.
[11] Ibid. hlm 62.
[12] Ibid. Hlm 104.
[13] Ibid. Hlm 141.
[14] Ibid. Hlm 183.
[15] Ibid. Hlm 208.
[16] Brill. Hlm 159.
[17] Peter Wagner. Mafaat karunia Roh. Malang:Gandum Mas, 2000. Hlm 7-8.
[18] Ibid. Hlm 154.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar